Senin, 14 Maret 2016

The SPIRIT !!! (the beginning)

Keep your SPIRIT up!! 
Yak..ini adalah nama salah satu grup chat yang sekarang sangat mendominasi di hape saya. Dibilang grup motivasi, memang sangat memotivasi khususnya untuk kelanjutan program beasiswa membernya. 

SPIRIT (Scholarship Program for Strengthening the Reforming) is a scholarship managed by Bappenas from World Bank loan, especially for civil servants who work in institutions that are judged supporting the birocracy reforms in Indonesia. They are Kemendagri, Kemenlu, Kemenpan, Bappenas, BPK, BPKP, BKPM, BKN, LAN and BPN. SPIRIT open for master degree and Phd degree. And now, I'm awardee of this SPIRIT for the master degree, together with other nine friends from my institutions. SPIRIT have started since 2013, and in 2017 all the awardee must finishthe study, which means 2016 is the last year for studying with SPIRIT, so I'm in the last term of SPIRIT.

I applied SPIRIT accidentally. At first, I tried to apply Pusbindiklatren scholarship only for domestic university, but I am late. So, I decided to apply SPIRIT without knowing I will be accepted. I can say that it is easy enough to get this scholarship compared with other scholarship. The requirement was very simple, only filled out the form, signed a letter of willingness join the selection and collected a CV, a copy of my bachelor certificate and transcript. The selection process was also simple and fast. The important specification was we should have worked for our institution for 2 years after becoming civil servants.

Submitting all the requirements in the end of January 2016, I had to take a TPA on 4 February 2016 and TOEFL test on 5 February 2016. There were approximately 500 civil servants taking the test. The TPA test was about our intelligence skill while Toefl Test was about our english skill. The tests took 3 hours to finish. For the TPA test, make sure you are not trapped only in certain questions.

The result came up very fast. On 15 February, i got my result and I had to come for interview related my plan on master degree on 17 February 2016. The interviewers were 3 persons from Bappenas dan my institution. They asked me about my motivation, what can I do after I got my master degree and why I choose the program. Because this year is the last year of SPIRIT, i had to choose a master program that can be finished on 2017. Discussing with my supervisor about my program, she asked me to choose a program related with my bachelor degree, Statistics. It was so hard to find a year statistics master program outside United Kingdom. Neither universities in America nor Australia could offer a year program in Statistics (or maybe I couldn't find it). Based on this reason, i chose university in UK. 

And finally, I got the SPIRIT....It was hard to accept...because I didn't really want this scholarship. Remembering there were so many people pursue this scholarship, I realized that I had to thank God for giving me this opportunity.

Rabu, 06 Mei 2015

Dirugikan atau Merugikan ?

6 Mei 2015

Saya tiba tiba kepikiran mengenai istilah rugi. Rugi, tidak untung, bangkrut... kalo kita bicara dirugikan dan merugikan? Yang mana kira kira yang anda pilih? Oke, keduanya memang buruk, tapi misal Anda diminta memilih, manakah yg anda pilih? Dirugikan orang lain atau merugikan orang lain?
Hari ini saya sedih sekali..kalo dipasang level mungkin ngelebih level kripik maicih yang plg tinggi sekalipun..tapi dari pengalaman hari ini saya mengerti beberapa hal tentang saya. Pagi ini saya mendapat info bahwa akan ada mobil Taspen datang ke sebelah kantor saya, berhubung saya bermata pencaharian sebagai seorang pegawai negeri sipil, saya merasa harus membuat Taspen. Tabungan Pensiun ini bagi seorang PNS sepertinya hal yang cukup penting. Seseorang bisa memutuskan ingin menjadi PNS yang katanya pensiunannya terjamin, yak sodara sodara sekalian si Taspen ini lah asal muasalnya. 
Sejak pukul 10.00 saya sudah siap menjemput kedatangan si mobil Taspen ini, tapi harapan tinggal harapan, si mobil muncul pukul 11.30, oke ngaret is the art of our country.. Saya masih bersabar dan tetap gegap gempita walau antrian luar biasa, berdiri dibawah terik matahari, hal yg jarang saya lakukan tapi namanya juga demi kan.. Antrian maju sangat lambat, matahari makin panas, kaki saya mulai pegal, akhirnya setelah penantian 2 jam, masuklah saya ke dalam mobil. Mobil cukup adem, lumayan buat saya ngadem setelah 2 jam menunggu. Yang membuat saya kecewa, petugas yang melayani kami 2 orang ibu2 dan 1 org bapak yang saya pikir, maaf, siap pensiun alias tua. Bukan kecewa karena tuanya, tapi karena pelayanannya. Segala pertanyaan saya terjawab sudah mengapa antrian panjang. Bisa dibilang semua petugas tergolong cukup gaptek, sembari menunggu saya mendengar beberapa percakapan yang intinya adalah mereka tidak cukup mengerti dalam pengoperasian sistem. Oke capek deh, tiba giliran saya dilayani, si ibu petugas berkata "neng, kita istirahat, taruh aja berkasnya, tar kita kerjain, jam 3 bisa diambil" Saya tidak bisa memaksa dan akhirnya meninggalkan mobil. Tepat pukul 3 saya menuju lokasi mobil Taspen, antrian tetap panjang, bahkan kami yang niat hanya ambil Taspen tetap harus antri. 30 menit saya antri, tidak ada perubahan sama sekali, hingga saya bertanya pada mas sebelah saya. Dia sudah memasukkan berkas dari kemarin hingga kini juga belum jadi, bagaimana nasib saya. Alhasil saya memaksakan diri bertanya ke petugas dan sesuai dugaan kami diminta mengambil secara kolektif bersama yang lain..saya merasa dirugikan, saya berkorban waktu, berkorban kepanasan, tp hasilnya nihil, hidup Taspen.

Setelah itu saya langsung kembali ke kantor, pekerjaan saya terbengkalai, Taspen pun lepas. Saya lelah. Tiba tiba, atasan saya datang ke meja dan berkata ada kesalahan fatal terkait hal yang pernah saya kerjakan. Saat itu juga saya merasa syok dan merasa lemes. Padahal berjam2 antri tidak berefek pada saya, namun satu kata saja mampu membuat saya lemas. Kefatalan saya dapat merugikan banyak orang lain.. Butuh waktu lama untu menenangkan diri saya yang rapuh ini.. Tapi nasi sudah menjadi bubur, saya harus menghadapi segalanya. 

Hikmah yang bisa saya petik dari kejadian hari ini 
1. Saya tipe orang yang tidak suka merugikan orang lain. Jika disuruh memilih saya memilih dirugikan saja
2. Tidak ada yang menyenangkan dari kata rugi, tapi rugi adalah masalah  kerap terjadi, yang penting adalah bagaimana kita menghadapi masalah itu
3. Tetap berusaha sebaik mungkin sehingga tidak menyulitkan orang lain

Semoga kita selalu memberikan keuntungan untuk orang lain dan diberkahi pula keuntungan untuk diri kita..

Minggu, 21 September 2014

Burn Out

Senin, 22 September 2014

Dealing With The Burnout..

Membaca suatu artikel dari Majalah Cleo edisi Bulan Juni yang cukup menohok untuk keadaan saya kali ini terkait Burn out..Yak..saya juga baru tau makna dari burnout itu setelah baca kok..Burn Out bisa didefinisikan sebagai suatu kondisi dimana seseorang mengalami kelelahan emosional, fisik dan mental yang disebabkan oleh stress yang berlebihan dan berkepanjangan yang berakibat hilangnya minat dan motivasi dalam bekerja serta produktivitas menurun. Yak...pas banget dengan keadaan saya akhir-akhir ini ya..selama ini saya pikir ini cuma lelah biasa, ternyata malah ada istilahnya..Burn Out.
Tanda-tandanya :
  1. Emotional exhaustion atau lelah secara emosional, merasa putus asa dan kosong serta enggan menghadapi hari kerja --> ini saya
  2. Depersonalization dan sinisme itu sikap menjadi negatif dan sini pada pekerjaan dan rekan kerja --> saya juga ngalami
  3. Menurunnya motivasi kerja adalah mulai tidak memperdulikan soal pekerjaan dan merasa terjebak dalam suasana kantor yang buruk sehingga prestasi menjadi rendah.. --> saya banget
Wah..gimana dong..semuanya ada di saya...haha...katanya saya harus waspada karena bisa mempengaruhi seluruh diri saya, termasuk kesehatan.. Waduh..bisa gaswat ini..ya untuk kesehatan akan saya minimalisir...tapi untuk hal pekerjaan saya benar-benar di tingkat tidak peduli...

Solusi??

Kalo diartikel si disebutkan bahwa kantor oriented ku harus disingkirkan..dengan cuti yang cukup lama, banyak aktivitas di luar kantor..aaaahhh...saya ingin liburan...

Kamis, 18 September 2014

Utang vs PDB??

Jumat, 19 September 2014

Pagi ini, dengan sangat tumben sekali saya membaca detik finance, padahal biasanya saya hanya baca detik hot..haha...berita yang saya anggap cukup menarik adalah terkait Pertamina yang mendapat 2 surat peringatan dari KPPU terkait penjualan premium di SPBU tol dan harga avtur Pertamina yang lebih mahal..tapi ini cuma awal, selanjutnya saya tertarik membaca tulisan dipojok bawah yang berjudul "Utang pemerintah RI kembali naik". Jujur saya ga terlalu mengikuti perkembangan perekonomian di Indonesia, tapi saya penasaran. Dalam berita tersebut disampaikan bahwa utang pemerintah bulan Agustus 2014 naik Rp 30 triliun dibanding Juli 2014 dimana Juli 2014 sebesar $215.77 M dan Agustus menjadi $ 216.08 M.
Sebagai lulusan statistika (walau bukan statistisi) saya agak tergelitik melihat pola dari data utang pemerintah dibanding rasio terhadap PDB. Jadi pagi ini iseng2 pengen nganalisis sedikit, ya walo secara ecek2 seperti mahasiswa statistika IPB di semester 3 yang baru belajar apa itu metode statistika...(ah..damn..i miss that time so much..)

TahunUtang Pemerintah (Rp triliun)Rasio thdp PDB (%)
20001.234,2889
20011.273,1877
20021.225,1567
20031.232,5061
20041.299,5057
20051.313,5047
20061.302,1639
20071.389,4135
20081.636,7433
20091.590,6628
20101.676,1526
20111.803,4925
20121.975,4227,3
20132.371,3928,7
Agu-142.531,8125,8

Nilai korelasi dari data diatas sebesar -0.68246 yang artinya hubungan keduanya berkebalikan, dimana utang tinggi maka rasio rendah dan utang rendah rasio tinggi..hmm...aneh kan..
Kemudian saya iseng melihat dengan regresi..

taraaaaaaa.....(diiringi musik)


hasilnya juga negatif, tentu saja karena seingat saya korelasi dan regresi itu kakak beradik dimana korelasi merupakan deteksi awal untuk analisis regresi.

Jika dianalisis lebih lanjut, mengapa hubungan antara utang dan rasio negatif apalagi dengan nilai R square 85.68%, padahal bila dilihat secara logika didapatkan bahwa jika utangnya tinggi maka rasio thdp PDB tinggi juga.  Ternyata saya lupa melihat bahwa antara 2000-2014 telah terjadi banyak perubahan termasuk variabel2 diluar model, adanya inflasi, suku bunga yang tinggi, nilai tukar rupiah dan lain-lain. sehingga sepertinya analisis regresi sederhana saja tidak cukup dalam membuat model terkait utang dan PDB.



















































       

Rabu, 23 Juli 2014

Kesalahan adalah pembelajaran..

24 Juli 2014

hmm..hari terakhir sebelum cuti lebaran..

Hari ini aku telah melakukan suatu kesalahan lagi...kesalahan yang cukup fatal untuk dilakukan..
ya..aku akui aku memang ceroboh dan banyak miss..entah mengapa sangat sulit buatku untuk bisa teliti..Walaupun kesalahanku fatal, semoga waktu bisa membantu menghapus segala kesalahanku..

Kamis, 29 Mei 2014

Cantik perlu waktu, ketahanan dan kantong tebel

Bogor, 29 Mei 2014

Hari ini gue pergi ke Bogor..tujuan gue ke Bogor bukan seperti biasanya maen badminton, kali ini gue janjian ama adek
Kelas gue untuk pergi ke Salon..ya Salon...bukan salon biasa tapi skin care...entah skin care bisa gue sabut salon enggak...mungkin buat cewek cewek lain salon, skin care itu hal biasa..tapi buat gue..itu adalah hal yg asing, ga penting dan buang2 duit...tapi sejak seminggu lalu, gue merasa gue butuh..entah kenapa akhir2 ini gue ngliat muka gue kaya pembantu..kuseeem dan kucel, bahkan cantikan pembantu kali yaa..mulai deh tu gue survey tanya temen, chat sana sini, googling juga untuk pertimbangan gue apakah hal ini bisa gue lakuin..banyak hasil yg gue dapet, dari googling gue dapet bahwa skin care bakal bikin lo addict ama krim, trs cocok2an juga...alhasil gue Takut dong..gue mikir lagi..sampe akhirnya temen2 deket gue bilang its okay..coba aja...dan akhirnya gue coba hari ini...

Skin care yang gue coba itu LBC, dari googling si singkatannya London Beauty Centre...katanya dia lebih murah dibanding Nata*ya ama er*a..walaupun abis juga kantong gue...adek kelas gue bilang untuk treatment pertama biasanya akan mahal, soalnya gue kudu beli krim2nya...Nah, pas masuk gue keliatan bener katroknya...untung ada adek kelas gue..si embak2 yg kaya resepsionis ngasih gue semacam form buat member..duh gue lupa nanya apa member bisa berlaku dicabang lain..adek kelas gue bilang mau ketemu dokternya...antri bentar doang, trs masuk ruang konsultasi deh..duh, dokternya cantik dan ramah deh...dia dengerin keluh kesah adek kelas gue..dan lalu dia mulai nanya2 ke gue, bahkan dia moto muka gue buat dianalisis..woowww...jadi gini to kalo dokter muka..hbs beres konsultasi, si dokter mulai nulis2 resep ama treatment buat gue n adek kelas gue...kayanya disamain deh treatment kita berdua...
Satu hal yg gue baru tau, sebelum treatment kita kudu bayar dulu..inilah waktu menegangkan buat gue..daaaannn...jeng jeng...690 ribu...apppaaaaaaaaaaaaa....gue blm ngapa2in ini, cm ngbrol ga sampe 5 menit ama bu dokter lgsg kudu ngluarin duit segitu...ya cukup syok deh ya, tp bentar doang kok syoknya..besok besok puasa kayanya..
Terus mulai lah gue treatment, facial..ya ampun..bentar bgt facialnya..beda ama kalo di rumah..cuma ada 6 tahap..pertama muka gue dibersihin, trs kedua sandpaper. Gue ga ngerti sandpaper ni apaan, tp ni dokternya sendiri si yg kasi treatment bukan embak2nya..rasanya enak, pake kertas gitu trs di tempel2in ke muka..tahap ketiga yg paling gue benciii, ngambilin komedo, sakiit bookk..yang keempat gue ga tau namanya, tp pake alat yang katanya gunanya membunuh bakteri penyebab jerawat..yg kelima plg enak ni, muka gue ditempelin macam strika gitu, dingin kaya es..yang terakhir masker deh...lalu bereees deh...hal yang biasa terjadi, muka lo bengep habis dihajar tu jerawat...
Tidak lupa gue dibawain berbagai macam bekel buat jadi cantik, dari krim pagi malam, serum, sanblok, bedak tabur, cleanser, toner, terakhir facial wash..ada 8 item..tadi embaknya sempet ngitungin...yaaa...dan semua produk bisa mulai dipake tmt hari ini..berakhirlah sudah usaha gue untuk cantik hari ini...690 ribu..seharga kosan gue selama sebulan...*crycrycry*

Note:
1. Jadi cantik mahal gals, bersyukurlah kalian wahai perempuan cantik karena sesungguhnya semua wanita diciptakan cantik oleh Tuhan YME..yakin dong...langsung ngaca
2. Jadi cantik perlu usaha, kalo lo mau cantik, lo kudu rajin jaga muka, cuci tu muka 10 kali sehari kalo perlu, atau lo kerja keras cari duit biar bisa beli tu krim2 mahal..
3. Jadi cantik perlu waktu, lo kudu nyediain setidaknya sehari buat ngrawat diri..ga cuma motor yang perlu ke bengkel..ya masa kalah ama motor..sekali kali manjain diri boleh lah..duit banyak kan...
4. Nah ini yg plg penting, cantik hati itu lebih penting dari segala macam krim2 di dunia..jadi percantik hati lo juga...cantik fisik gampang tggl bayar, tp cantik hati lo perlu banyak hal..karena fisik cuma bertahan sementara...

Semoga dengan usaha dan pengorbanan gue hari ini gue bisa jadi sesuai dg apa yg gue mau, ga muluk2 kok, macam nikita willy aja cukup..muehehe..

Lo harus bersyukur dengan apa yg lo punya..wanita kecenderungan tidak percaya pada dirinya sehingga memerlukan dukungan...cobalah percaya pada diri sendiri...kalo kata Cherrybelle, kamu cantik, cantik dari hatimuu....note for my self

Selasa, 27 Mei 2014

Relativitas Waktu

28 Mei 2014

Mungkin judul "Relativitas Waktu" terlalu berat untuk apa yang akan gue tulis hari ini. Karena bahasan gue ga akan sedikitpun bahas2 ilmu fisika..Gue keinget salah satu status temen gue di salah satu media sosial yang gue baca, dia nulis seandainyaaa sehari lebih dari 24 jam...heuuheuu...
Kalo gue bilang, tiap orang punya relativitas waktu yang beda-beda. Ada yang merasa sehari kurang dari 24 jam, ada juga yang merasa sehari kok lama bener..lalala...dan gue termasuk orang yang ngerasa sehari kok lama bener, walaupun kadang diakhir bulan suka kaget kok uda ganti bulan aja..
Gue tau si kenapa hal ini terjadi, menurut gue si hal ini dipengaruhi oleh apa yang sedang kita lakukan dan dengan siapa kita. Kalo lo berada dalam tenggat deadline, lo akan merasa waktu kaya cepeeet bener. Makanya itu juga kenapa gue merasa setiap hari waktu gue sia-sia, soalnya ga ada hal yang perlu gue kerjain dalam suatu tenggat deadline..Atau mungkin gue kurang menghayati apa yang gue kerjain..Tentunya ini terjadi baru-baru aja si, sibuk ga sibuk dikantor gue tu ibarat roda sepeda yang terus berputar..Ya gue anggep sekarang ini sebagai me time..
Jadi gue pengen menghayati waktu-waktu gabut gue dengan nulis..Kalo gue perhatiin, sebulan terakhir yang gue lakuin tiap harinya cuma di dua tempat, kantor----kosan. Ya kadang mampir di beberapa mall atau tempat makan yang deket juga dari Kosan.. Kalo kata teori "mumpung masi muda", gue bisa dianggap kurang mempraktekkan hal tersebut..Kalo weekday, gue sibuk dikantor, duduk manis didepan komputer gue maen game. Kalo weekend, gue sibuk tiduran dikosan sambil kipasan. Such a wonderfull life, is it? NO!!!!
Ya..beginilah manusia... tidak ada yang sempurna... dan selalu merasa tidak puas...


Note.
1. Cobalah manajemen waktu sehingga hidupmu teratur
2. Gunakan waktu sesuai kebutuhan, jangan berlebihan
3. Menulislah..walaupun menulis hal-hal ga penting macam ini